MENGAWAL SI PUTIH ANTERIOR
Mengulur
waktu babad bisu
anging-angin
waktu melampau
batok
ingatan kabur abu
tiris
sirah menyulamnya bagai nubuat
Ditakdirkan
ada hengkang tanpa kabar
hengkang
malam pulang selasar surat akhir
gelora
api ramai memperjuang hak
tanah
air ini lekang dari tabir
Sepuntung
abu disulam jadi api berkeriutan
mengelak
penjajah merampas kelahiran
tanah
tuk menyalakan api merah putih
rakyat
merdeka tak kenal ringkih
Merayakan
menang di atas langit
melyangkan
benih doa sangkil langit
atma
mati demi marwat
tuk
berbeda-beda tetapi satu jua
Ku
kenang tetes darahmu
jasa
juangmu ku kenang selalu
tanah
air ini lekang selamanya
Bilik-bilik atma menunggu
genggaman dari langit-langit
pijakan tersurat
dalam kurusetra terbelunggu
Sidoarjo 2026

Comments
Post a Comment