SILUET REMANG TERSULIH BIANGLALA

 


     Selasar sesal semayam dalam sanubari

     decit dari duka, duka dari dendam

     membenamkan matahari menjadi malam

     siasat selalu seperti sendu sesaat


Dendam mengancam alam

sebab adab biadab menyadap 

ke lini opini keji menguliti hati

karena jera terhina wicara


Siluet membungkam api

dalam sanubari

yang tersekat

erat


Abu hitam membelenggu temaram

dalam bilik sunyi, terhinggap

belit yang terhimpun dalam

darah imaji berderap


Mengiris alunan bianglala

sebab, kuntum api hitam 

menghunus sukma

dalam liang lahat hitam


Sidoarjo 2026






Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

PETUAH PUTIH YANG TERUS BERNAFAS

BILIK DIVERSITAS DALAM FANTASI

KARUNIA YANG SEMESTA